بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P).
Unsur-Unsur Kalimat:
Unsur-unsur
Kalimat
1. Subyek (S)
- Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
- Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
- Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
- Contoh :
- Siwon adalah seorang aktor dan penyanyi.
- Super Junior adalah boyband favoritku.
- Buku itu dibeli oleh Kibum.
2. Predikat (P)
- Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
- Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
- Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
- Contoh :
- Yesung menyanyi dengan merdu.
- Hangeng memasak nasi goreng.
- Leeteuk membaca majalah.
3. Objek (O)
- Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
- Biasanya terletak di belakang predikat.
- Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
- Ada dua macam objek, yaitu :
1.
Objek
Penderita : kata benda atau yang dibendakan
baik berupa kata atau kelompok kata yang merupakan sasaran langsung dari
perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
1.
Penderita
Contoh : Kyuhyun
mencoret-coret tembok.
2. Penerima
Contoh : Eunhyuk memakai baju
Heechul.
3. Tempat
Contoh : Super Junior
datang ke Indonesia.
4. Alat
Contoh : Kangin melempar bola ke
Shindong.
5. Hasil
Contoh : Donghae mengerjakan
tugas Bahasa Indonesia.
2.
Objek Penyerta : objek yang menyertai
subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek
penyerta :
1. Penderita.
Contoh :
Sungmin memberikan Sungjin komputer baru.
2. Hasil.
Contoh :
Ryeowook membelikan orangtuanya rumah.
4. Keterangan (K)
- Hubungannya dengan predikat renggang.
- Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
- Terdiri dari beberapa jenis :
- Keterangan Tempat
- Hangeng akan konser di Singapore.
- Keterangan Alat
- Dalam drama itu, Kyuhyun memukul Shindong dengan panci.
- Keterangan Waktu
- Shinee akan kembali ke Korea pukul 11 malam.
- Keterangan Tujuan
- Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
- Keterangan Cara
- Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
- Keterangan Penyerta
- Eunhyuk pergi bersama Donghae.
- Keterangan Similatif
- Yesung memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
- Keterangan Sebab
- Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.
5. Pelengkap (Pel.)
- Terletak di belakang predikat.
- Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
- Contoh :
- Kibum memberikanku novel bagus.
- Hangeng menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
- Mahkota itu bertahtakan mutiara.
Pola Dasar Kalimat:
Pola Dasar Kalimat
Berdasarkan pola dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan
pola :
1.S-P
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek dan predikat.
Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata
sifat, atau kata bilangan.
Contoh : Qiqi sedang memasak.
2. S-P-O
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat, dan
objek. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, Predikat berupa verba
transitif, dan Objek berupa nomina atau frasa nominal.
Contoh : Qiqi sedang memasak nasi goreng.
3. S-P-O-K
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat,
objek, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nomina, Predikat berupa
verba dwitransitif, Objek berupa nomina atau frasa nominal, dan Keterangan
berupa frasa berpreposisi.
Contoh : Qiqi memasak nasi goring di dapur.
4. S-P-Pel
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat, dan
pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba
intransitif, kata sifat dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva.
Contoh : Pak Haji beternak sapi.
5. S-P-K
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat, dan
harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa
nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan
berupa frasa berpreposisi.
Contoh : Kakak wisuda di JCC.
6. S-P-O-Pel
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat,
objek, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, Predikat
berupa verba dwitransitif, Objek berupa nomina atau frasa nominal, dan
Pelengkap berupa nomina atau frasa nominal.
Contoh : Dia mengirimi saya surat.
7. S-P-O-Pel-K
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat,
objek, pelengkap, keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal,
Predikat berupa verba dwitransitif, Objek berupa nomina atau frasa nominal,
Pelengkap berupa nomina atau frasa nominal dan keterangan berupa frasa
berpreposisi.
Contoh : Ayah membelikan Aldy sepatu baru di margo city
8. S-P-Pel-K.
Kalimat dasar tipe ini mempunyai unsur subjek, predikat,
pelengkap dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat
berupa verba intransitif, kata sifat dan pelengkap berupa nomina atau
adjektiva dan keterangan berupa frasa berpreposisi.
Contoh : Aku sedih ketika mama masuk rumah sakit.
Macam-macam Kalimat:
MACAM-MACAM
KALIMAT
A.
Berdasarkan jumlah klausa yang
terkandung di dalamnya, kalimat dibedakan atas:
a) kalimat
tunggal
(kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P).
(kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P).
Contoh
: Ayah sedang membaca.
b)
kalimat majemuk
(kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). Kalimat majemuk, berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas:
(kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). Kalimat majemuk, berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas:
1. kalimat majemuk setara ialah kalimat majemuk yang klausa-klausanya
sama tinggi kedudukannya. kalimat majemuk setara dibagi menjadi 5 bagian :
a.
Kalimat Majemuk Setara Penggabungan: kalimat yang menggunakan kata penghubung
dan
b. Kalimat Majemuk Setara Penguatan: kalimat yang menggunakan kata penghubung bahkan
c. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: kalimat yang menggunakan kata penghubung atau
d. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: kalimat yang menggunakan kata penghubung tetapi, sedangkan, melainkan
e. Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: kalimat yang menggunakan kata penghubung kemudian, lalu, lantas.
b. Kalimat Majemuk Setara Penguatan: kalimat yang menggunakan kata penghubung bahkan
c. Kalimat Majemuk Setara Pemilihan: kalimat yang menggunakan kata penghubung atau
d. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan: kalimat yang menggunakan kata penghubung tetapi, sedangkan, melainkan
e. Kalimat Majemuk Setara Urutan Waktu: kalimat yang menggunakan kata penghubung kemudian, lalu, lantas.
2.
kalimat majemuk bertingkat adalah
dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda yang memiliki
unsur induk kalimat dan anak kalimat.
Contoh : Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.
Contoh : Ayah mencuci motor ketika matahari berada di ufuk timur.
3.
kalimat majemuk campuran gabungan
antara kalimat majemuk tunggal dan kalimat majemuk setara. Contoh: Andi bermain
dengan budi.
B.
Berdasarkan Nilai informasinya
(sasaran atau tujuan yang akan di capai), kalimat dibedakan atas :
a)
Kalimat Perintah
adalah suatu kalimat yang berisikan
tentang perintah atau suruhan yang ditujukan kepada orang lain untuk melakukan
sesuatu yang diinginkan. Biasanya kalimat perintah diakhiri dengan tanda baca
seru (!). Contoh kalimat perintah :
-
Kiki, tolong ambilkan kacamata ayah
di atas meja !
-
Buanglah sampah pada tempatnya!
b)
Kalimat Berita
adalah suatu kalimat yang mengandung
peristiwa atau kejadian. Sifat kalimat berita dibagi menjadi 2 bagian:
* Ucapan Langsung : “Ayah akan berangkat ke kantor sekarang ya bu”, kata Ayah.
* Ucapan Langsung : “Ayah akan berangkat ke kantor sekarang ya bu”, kata Ayah.
* Ucapan Tak Langsung :
“Ibu mengatakan bahwa saya harus segera pulang karena cuaca telah mendung “.
Contoh kalimat berita sebagai
berikut :
- PT KAI menetapkan bahwa tanggal 1 oktober 2012 harga
karcis commuterline AC, naik sebesar Rp 2.000,- .
- Kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga
kebutuhan pokok.
c)
Kalimat Tanya
adalah suatu kalimat yang mengandung
suatu permintaan supaya kita mengetahui (diberi tahu) yang belum
diketahui.
Contoh :
- Dimana kamu sekarang ?
- Siapa pemenang Indonesian Idol 2012 ?
- Apakah perbeda pisang ambon dengan pisang raja?
d)
Kalimat ajakan
merupakan
bentuk susunan kalimat yang sebenarnya juga merupakan kalimat perintah yang
diperluas dan erat hubungannya dengan orang kedua.
Contoh:
- Mari kita cegah bahaya penggunaan rokok bagi perokok pasif
maupun aktif.
- Ayo kita laksanakan program kebersihan lingkungan di desa
ini.
C.
Berdasarkan diathesis kalimat,
kalimat dibedakan atas :
a)
Kalimat aktif (subyek melakukan
perbuatan) : bentuk kalimat yang subyeknya melakukan pekerjaan yang
mengenai langsung terhadap obyeknya.
Contoh
: Adik mencuci baju kakak.
b)
Kalimat pasif : suatu bentuk kalimat
yang mana subyeknya dari klimat tersebut menderita.
Contoh
: baju kakak dicuci oleh adik.
D.
Berdasarkan urutan katanya, kalimat
dibedakan atas:
a)
kalimat normal (subjek mandahului
predikat).
b)
Kalimat nverse (predikat mendahului
subjek).
E.
Berdasarkan jumlah inti yang
membentuknya, kalimat dibedakan atas:
a)
kalimat minor ialah kalimat yang
hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.
contoh
: Diam!
b)
kalimat mayor ialah kalimat
yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.
contoh
: ria pergi kedapur , tia belajar di kamar.
F. Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya, kalimat
dibedakan atas:
a)
kalimat transformasi ialah kalimat
inti yang sudah mengalami perubahan baik berupa penambahan kata maupun
perbanyakan unsur inti.
b)
kalimat luas ialah kalimat inti yang
sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua
kata.
c)
kalimat inti ialah kalimat yang
memiliki ciri terdiri dari dua kata, berpola S-P, dan intonasinya netral.
Ciri-ciri kalimat inti:
*
hanya terdiri atas dua kata
* kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek, kata kedua menduduki jabatan predikat)
* urutannya adalah subjek mendahului predikat
* intonasinya adalah intonasi berita yang netral
* kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek, kata kedua menduduki jabatan predikat)
* urutannya adalah subjek mendahului predikat
* intonasinya adalah intonasi berita yang netral
G. Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya, kalimat
dibedakan atas:
a)
kalimat minim (hanya mengandung satu
kontur)
b)
kalimat panjang (mengandung lebih
dari satu kontur)
Kontur
adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan.
Contoh:
(i) # Pergi! #
(ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari #
Contoh:
(i) # Pergi! #
(ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari #
Kalimat (i) adalah kalimat minim,
sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.
H.
Berdasarkan penyampaiannya, kalimat
dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a)
Kalimat Langsung
Kalimat
langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat
langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari
orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua
(“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.
Contoh:
-
Tina berkata: “Ria, jangan membuang sampah itu disembarang tempat!”
b)
Kalimat Tak Langsung
Kalimat
tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau
perkataan orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan
tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.
Contoh:
-
Kakak berkata bahwa dia senang melihat aku mendapatkan pekerjaan
Resource:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
ٱلْعَٰلَمِين
Tidak ada komentar:
Posting Komentar