بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kalimat
Dasar Bahasa Indonesia
A.
Pengertian Kalimat
Kalimat adalah satuan
bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang
utuh. Kalimat merupakan gabungan dari dua buah kata atau lebih yang
menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dasar adalah
kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti, belum mengalami
perubahan unsur seperti panambahan keterangan kalimat ataupun keterangan
subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Perubahan terdapat
B.
Unsur-unsur kalimat:
1.
Subjek (pelaku)
Subjek adalah pelaku dari suatu tindakan. Ciri-ciri subjek:
·
Jawaban atas Pertanyaan Apa dan Siapa
·
Disertai Kata Itu
·
Dapat berupa nomina, verba, atau adjektiva
·
Didahului kata Bahwa
·
Mempunyai keterangan pewatas Yang
·
Tidak didahului preposisi
2.
Predikat (tindakan)
Predikat adalah kata yang menuju kepada suatu tindakan oleh subjek.
Ciri-ciri predikat:
·
Jawaban atas pertanyaan Mengapa atau Bagaimana
·
Kata Adalah dan Ialah dapat berupa predikat
·
Dapat diingkarkan ( didahului kata tidak, bukan,
atau merupakan)
·
Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas
(telah, sedang, sudah, ingin, mau)
·
Predikat dapat berupa Kata (verba, adjektiva,
atau nomina) dan Frasa ( frasa verbal, adjectival, nominal, atau bilangan )
3.
Objek (sasaran )
Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif
yaitu kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama, subjek, predikat, dan
objek. Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau
ter-) tidak memerlukan objek, sedangkan verba transitif yang memerlukan objek
kebanyakan berawalan me-.
Ciri-ciri objek:
·
Langsung di belakang predikat
·
Dapat menjadi subjek kalimat pasif
·
Tidak didahului preposisi
·
Didahului kata Bahwa
Pelengkap
Pelengkap
tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap
dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan
pelengkap.
Ciri-ciri pelengkap:
·
Di belakang predikat.
Objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat
disisipi unsur lain, yaitu objek. Contoh: buku baru, sepeda baru.
·
Tidak didahului preposisi.
Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.
C.
POLA KALIMAT DASAR
Kalimat dasar dapat dibedakan menjadi delapan tipe, yaitu:
1.
Kalimat dasar berpola SPOK
contoh : Ayah membaca koran dikamar tengah
Ayah sebagai S,
mebaca sebagai P, koran sebagai O, dikamar tengah sebagai K
2.
Kalimat dasar berpola SPOPel
contoh : ibu
membelikan adik mainan
ibu sebagai S,
membelikan sebagai P, adik sebagai O, mainan sebagai pel
3.
Kalimat
dasar berpola SPO
contoh : Dosen mengajar ahasiswa
Dosen sebagai S,
mengajar sebagai P, mahasiswa sebagai O
4.
Kalimat dasar berpola SPPel
contoh : Dia memberi semnagat
Dia sebagai S,
memeberi sebagai P, semangat sebagai Pel
5.
Kalimat
dasar berpola SPK
contoh : Dosen
kami akan dikirim ke Australia
Dosen kami
sebagai S, akan dikirimkan sebagai P, ke australia sebagai K
6.
Kalimat dasar berpola SP (P: verba)
contoh : Kami
belajar
Kami sebagai S,
belajar sebagai P
7.
Kalimat
dasar berpola SP (P: Nomina)
contoh : kami mahasiswa
Kami sebagai S,
mahasiswa sebagai P
8.
Kalimat
dasar berpola SP (P: Adjektiva)
contoh : Ilmuwan Hebat
ilmuwan sebagai S, Hebat sebagai
P
D.
Macam-macam kalimat berdasarkan kalimat tunggal
dan kalimat majemuk
Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah
kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu
atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh
membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas,
kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap. ( definisi kalimat
tunggal )
Contoh:
1.
Rista
menggambar.
Kalimat inti
2.
Rista menggambar bunga teratai.
Kalimat luas
3.
Ayamnya
lima ekor.
Kalimat nominal
Selain kalimat tunggal, kita
juga mengenal adanya kalimat majemuk. Kalimat majemuk adalah penggabungan dua
kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau
lebih klausa. Hubungan antarklausa tersebut ditandai dengan kata hubung
(konjungsi). ( definisi kalimat majemuk )
Kalimat majemuk
Adalah kalimat yang terdiri
dari dua klausa atau lebih. Minimal satu klausa yang terdiri dari subjek dan
predikat.
Pada umumnya, kalimat majemuk dibagi menjadi :
a.
Kalimat majemuk setara
Adalah kalimat majemuk yang pola-pola kalimatnya memiliki kedudukan
yang sederajat, tidak ada kalimat yang menduduki fungsi lebih tinggi.
Kata penghubungnya antara lain: dan, atau, tapi, bahkan, kemudian dsb.
Contoh : Zuhud mengambil kursi kenudian duduk diatasnya.
b.
Kalimat
majemuk bertingkat
Adalah kalimat majemuk yang terdiri dari induk kalimat dan aank
kalimat. Anak kalimat merupsksn perluasaan dari induk kalimat.
Contoh : -ketika aku menonton tv, Ibu dating. (anak kalimat keterangan
waktu)
-anak yang berjilbab itu memenangkan olympiade biologi. (anak kalimat
perluasan subjek)
c.
Kalimat majemuk campuran
Adalah kalimat majemuk hasil gabungan kalimat majemuk setara dan
kalimat majemuk bertingkat.
Contoh : proyek itu telah selesai ketika obama berkunjung ke Indonesia
dan presiden Soeharto meninggal dunia.
d.
Kalimat majemuk rapatan
Adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek dan
predikatnya sama, maka bagian yang sama hanya disebutka sekali.
Contoh :
Ibu sedang memasak
Ibu sedang menggoreng ikan
Ibu sedang mendengarkan radio
Jadi, Ibu sedang memasak, menggoreng ikan, dan mendengarkan radio.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
ٱلْعَٰلَمِين
Tidak ada komentar:
Posting Komentar