بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Nama : Zulfikar Sabri
Kelas : Y1P
NPM : 201343500040
Kedudukan Dan Fungsi
Bahasa Indonesia
Kedudukan Bahasa Indoensia
Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yang
sangat penting yaitu :
1.
Sebagai
Bahasa Nasional.
Seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga
Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai
bahasa Nasional yang kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah.
2.
Sebagai
Bahasa Negara
Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV
Pasal 36) mengenasi kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahawa bahasa
negara ialah bahasa Indonesia.
Fungsi Bahasa Indonesia
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional,
bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1.
Lambang
kebangsaan
2.
Lambang
identitas nasional
3.
Alat
penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya
4.
Alat
yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial
budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang
bulat.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara,
bahasa indonesia berfungsi sebagai :
1.
Bahasa
resmi kenegaraan
2.
Bahasa
pengantar di dalam dunia pendidikan
3.
Alat
perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan
4.
Alat
pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ragam dan Variasi Bahasa
Ragam Bahasa
Adanya bermacam-macam ragam bahasa terjadi karena
fungsi, kedudukan serta lingkungan yang berbeda-beda. Ada beberapa ragam bahasa
yaitu :
A.
Ragam
Lisan dan Ragam Tulis
Perbedaan ragam lisan dan tulis yaitu :
1.
Ragam
lisan mengendaki adanya orang kedua, teman bicara sedangkan ragam tulis tidak
mengharuskan.
2.
Dalam
Ragam lisan unsur-unsur gramatikan seperti subjek, prediket dan objek tidak selalu
dinyatakan, sedangkan ragam tulis harus dinyatakan.
3.
Ragam
lisan sangat terikan pada kondisi, situasi, ruang dan waktu sedangkan ragam
tulis tidak.
4.
Ragam
lisan dipengaruhi oleh intonasi suara sedangkan ragam tulis dipengaruhi oleh
tanda baca, huruf kapital dan huruf miring.
B.
Ragam
Baku dan Ragam Tidak Baku
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan
diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakaiannyasebagai bahasa resmi
dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.
Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak
dilembagakan da ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.
C.
Ragam
Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan
Ragam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan
resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya.
Ragam baku lisan bergantung kepada besar atau
kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapannya.
D.
Ragam
Sosial Dan Ragam Fungsional
Ragam sosial adalah ragam bahasa yang sebagian
norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial
yang lebih kecil dalam masyarakat.
Ragam fungsional adalah ragam bahasa yang
dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu
lainnya.
Variasi Bahasa
Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan
interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat
beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Variasi bahasa
ada beberapa macam yaitu :
1.
Variasi
bahasa dari segi penutur
Yaitu variasi bahasa yang muncul dari setiap
orang baik individu maupun sosial.
2.
Variasi
bahasa dari segi pemakaian
Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau
funsinya disebut fungsiolek atau register adalah variasi bahasa yang menyangkut
bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa. Misalnya bidang jurnalistik,
militer, pertanian, perdagangan, pendidikan, dan sebagainya. Variasi bahasa
dari segi pemakaian ini yang paling tanpak cirinya adalah dalam hal kosakata.
Setiap bidang kegiatan biasanya mempunyai kosakata khusus yang tidak digunakan
dalam bidang lain.
3.
Variasi
bahasa dari segi keformalan
Variasi bahasa dari segi keformalan ada beberapa
macam yaitu :
4.
Variasi
Baku (frozen)
Adalah variasi bahasa yang paling formal yang
digunakan pada situasi hikmat seperti upacara kenegaraan dan khotbah.
5.
Variasi
Resmi (formal)
Adalah Variasi bahasa yag digunakan pada kegiatan
resmi atau formal seperti surat dinas dan pidato kenegaraan.
6.
Variasi
Usaha (konsultatif)
Adalah variasi bahasa yang lazim dalam
pembicaraan biasa. Seperti pembicaraan di sekolah dan rapat.
7.
Variasi
santai (casual)
Adalah variasi bahasa yang digunakan dalam
situasi tidak resmi. Seperti perbincangan dalam keluarga atau perbincangan
dengan teman.
8.
Variasi
akrab (intimate)
Adalah variasi bahasa yang biasa digunakan oleh
para penutur yang hubungannya sudah akrab.
9.
Variasi
bahasa dari segi sarana
Adalah variasi bahasa yang dapat dilihat dari
sarana atau jalur yang digunakan. Seperti telepon, telegraf dan radio.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan
bahwa :
1.
Sumber
dari bahasa indonesia adalah bahasa melayu
2.
Bahasa
Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada
tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah
kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.
3.
Bahasa
Melayu di angkat menjadi bahasa indonesia karena bahasa melayu telah digunakan
sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa melayu sangat
sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
4.
Bahasa
indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
5.
Seiring
dengan perkembangannya bahasa indonesia memiliki banyak ragam dan variasi
namun semua menambah kekayaan bahasa Indonesia sendiri.
Saran
Sebagaimana yang kita ketahui
bahasa Indonesia sumbernya adalah bahasa melayu. Sebagai bangsa yang besar
selayaknyalah kita menghargai nilai-nilai sejarah tersebut dengan tetap
menghrmati bahasa melayu. Disamping itu alangkah baiknya apabila kita
menggunakan bahasa indonesia secara baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
·
Oleh:Prof.
Dr. Mursai Esten
Sumber: Forum Bahasa dan Sastra
Sumber: Forum Bahasa dan Sastra
·
Ahmadi
Muhsin, 1990. sejarah dan standarisasi bahasa Indonesia. Bandung : sinar baru
algesindo. Aripin Z.E,
·
Broto
A. S, “Pengajaran Bahasa Indonesia”, Bulan Bintang, Jakarta, 1978
·
Tasai,
S Amran dan E. Zaenal Arifin, “Cermat Berbahasa Indonesia : Untuk Perguruan
Tinggi”,Akademika
Pressindo, Jakarta, 2000
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
ٱلْعَٰلَمِين
Tidak ada komentar:
Posting Komentar